Orang RI Beli Barang Impor Murah, Menufaktur RI Kena Efek Buruk
Lokalind.com - 03 September 2024 16:00
5400 Dilihat
Bagikan
Jakarta, Lokalind - S&P Global merilis,
Purchasing Manager's Index
(PMI) manufaktur RI di bulan Agustus mengalami kontraksi. Data yang dirilis Senin (2/9/2024) itu
menunjukkan, PMI manufaktur RI bulan Agustus jatuh ke level 48,9.
Jika berada di level di bawah 50, artinya aktivitas manufaktur RI sedang mengalami kontraksi. Dan jika di
atas 50 berarti masuk level ekspansif.
Kontraksi PMI manufaktur RI di bulan Agustus 2024 ini lebih dalam dari posisi di bulan Juli 2024. Saat itu,
PMI manufaktur RI anjlok ke level 49,3 dari posisi Juni 2024 di level 50,7.
Terpantau, sejak awal tahun 2024, PMI manufaktur RI terus turun sejak Maret 2024. Level PMI di bulan Agustus
2024 ini adalah posisi terendah sejak Agustus 2021.
Menurut S&P Global, kontraksi PMI manufaktur Indonesia pada Agustus 2024 dipengaruhi oleh penurunan output
dan dan permintaan baru yang paling tajam sejak Agustus 2021. Permintaan asing juga turun semakin cepat ke
level terendah sejak Januari 2023.
Apa sebenarnya yang terjadi?
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, melemahnya manufaktur RI karena
kebijakan antara kementerian dan lembaga yang belum sejalan. Juga, imbuh dia, pabrik-pabrik mengalami
penurunan penjualan karena serbuan barang impor murah.
Di sisi lain, Agus mengaku tak kaget dengan data PMI yang terbaru itu.
"Sekali lagi kami tidak kaget dengan kontraksi lebih dalam industri manufaktur Indonesia. Penurunan nilai
PMI manufaktur bulan Agustus 2024 terjadi akibat belum ada kebijakan signifikan dari Kementerian/Lembaga
lain yang mampu meningkatkan kinerja industri manufaktur," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa
(3/9/2024).
Agus mengutip S&P Global yang juga menyebutkan ada pelemahan penjualan yang menyebabkan peningkatan stok
barang jadi selama dua bulan berjalan.
"Melemahnya penjualan dipengaruhi oleh masuknya barang impor murah dalam jumlah besar ke pasar dalam negeri
terutama sejak bulan Mei 2024," ujarnya.
"Adanya barang impor murah membuat masyarakat lebih memilih produk-produk tersebut dengan alasan ekonomis.
Hal ini dapat menyebabkan industri di dalam negeri semakin menurun penjualan produksinya, serta utilisasi
mesin produksinya," tukas Agus.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri
Hendri Antoni Arif menambahkan, ada tanda-tanda pelaku industri di dalam negeri tengah menunggu dan
memantau kebijakan yang akan diterapkan pemerintah.
"Hal ini dapat berpengaruh pada perlambatan ekspansi pada subsektor industri. Misalnya, pada industri
makanan dan minuman, para pelaku usaha nampak menahan diri dengan adanya rencana pemberlakuan cukai
untuk minuman berpemanis dalam kemasan," sebut Febri.
Sebelumnya, Febri juga mengumumkan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Agustus 2024 pada pada
Jumat (30/8/2024) lalu.
IKI bulan Agustus 2024 bertahan ekspansi di 52,4 dari posisi bulan Juli 2024. Namun, lebih rendah 0,82
poin dibandingkan IKI Agustus 2023 yang tercatat mencapai mencapai 53,22.
Kinerja IKI Agustus 2024, jelasnya, ditopang oleh 20 subsektor yang dilaporkan mengalami ekspansi,
dengan kontribusi terhadap PDB Triwulan II 2024 sebesar 94,6%.
Meski demikian, sebutnya, variabel produksi masih menunjukkan pendalaman kontraksi sebesar 2,90 poin
menjadi 46,54.
"Kondisi itu cukup mengkhawatirkan. Mengingat, fenomena tersebut menunjukkan perusahaan masih
menghabiskan stok untuk memenuhi pesanan dan tidak diimbangi dengan penambahan produksi," terang Febri.
Sementara itu, Economics Director S&P Global Market Intelligence Paul Smith
menyebutkan, penurunan pada perekonomian sektor manufaktur Indonesia bulan Agustus lalu mengakibatkan
perusahaan menanggapi dengan mengurangi karyawan. Meski banyak yang percaya kondisi ini berlangsung
sementara.
Hal ini sesuai dengan hasil survei yang menyebutkan, panelis berharap kondisi ekonomi akan lebih stabil dan
mendorong kebaikan produksi dan permintaan baru dalam waktu satu tahun.
(dce/dce)
Berita dan artikel terkait
2 bulan yang lalu
Lokalind
Platform website yang hadir untuk membantu perkembangan industri di indonesia, dengan memberikan informasi dalam bentuk edukasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas
Lokalind sebagai pusat penyedia informasi industri yang lengkap dan akurat, dengan informasi yang selalu terupdate
Copyright © 2024 Lokalind. All Rights Reserved.